Pagi ini melihat berita tentang kasus kematian seorang wanita muda berusia 24 tahun (yang berarti setahun di bawah saya) yang diduga karena bunuh diri di sebuah shopping town di metropolis Jakarta.Beritanya sudah menggunung di rumahnya mbah Google, tentu kasus bunuh diri sudah hal biasa dalam perkara kriminal, namun yang mengejutkan adalah terekspos di depan umum di sebuah shopping town yang dipadati pengunjung yang kemudian ramai mengirimkan berita lewat jejaring elektronik seperti Facebook, Twitter dan semacamnya.
Saya jadi ingat dengan Blog teman saya yang pernah menulis tentang buku berjudul "Panduan Lengkap Bunuh Diri."
Japanese Complete Suicide Manual (Jep: Kanzen Jisatsu Manyuaru) karangan Wataru Kurumi first edition 4 July 1943.
Buku ini menuliskan secara eksplisit tentang tata cara bunuh diri mulai dari OD, gantung diri, lompat, self poisoning (misal dengan karbon monoksida), dll. Bahkan, dalam buku ini juga diperlihatkan foto-foto korbanya.
Tentu sekilas kita lihat, ini bukan buku yang baik, namun yang sesungguhnya Wataru tuliskan dalam buku ini bukanlah panduan yang membimbing orang untuk menemukan cara bunuh diri yang paling baik, justru Wataru menuliskan betapa sakit dan menderitanya proses bunuh diri itu, bahkan bunuh diri yang paling instan sekalipun tetap digambarkan secara eksplisit dan detil bagaimana proses penderita meregang nyawanya.
Menanggapi berita tentang maraknya bunuh diri depan umum (public suicide), dahulu di Jepang pernah menjadi trend bunuh diri dengan konsep public suicide ini.
Kalau di Jepang, kasus bunuh diri terjadi karena tekanan hidup yang begitu tinggi, dan kebanyakan terjadi pada pelajar-pelajar yang depresi karena tuntutan mereka untuk berprestasi tinggi. Bagi yang merasa gagal meraih prestasi itu, merasa hidupnya sudah usai, mereka melakukan bunuh diri dengan cara yang beraneka ragam, mulai dari lompat gedung, gantung diri, over dosis, semua persis seperti yang dituliskan oleh Wataru dalam bukunya.
Tautan Luar:
Note: Sampai hari ini juga penulis belum berkesempatan menemukan dan membaca buku "Kanzen Jisatsu Manyuaru" tersebut.