Tuesday, December 22, 2009

Hujan di pagi hari dan kerjaan iseng paparazi

Mood: (pengen liburan panjang)

Weather: (sedia payung sebelum hujan, tapi ternyata hujan datangnya mendadak)


Pagi ini, rupanya cuaca hujan rintik-rintik tidak deras namun cukup rapat, jadi kalau jalan ya basah juga, ditambah angin sejuk yang tak henti berhembus sepanjang hujan turun. Alih-alih menunggu hujan reda di gedung fakultas, akhirnya gue pindah ke kantin, biar cuma jalan ga begitu jauh ternyata benar, lumayan basah-basah dikit lah.

Ternyata memang lebih nyaman di dalam warung bu Min, apalagi saat itu kantin masih sepi, jadilah kita penjaga warung (cuma ada gue, bu Min dan 2 anaknya). Duduk di muka pintu sambil sarapan mie rebus kemudian rokok kretek, membuat gue teringat dengan suasana di puncak. Kebetulan gue punya villa di sana, tapi sekarang ini udah jarang ke sana.

Sambil duduk-duduk gue mengetik notes tentang hari ibu dan menerbitkannya di FB via HP, Internet di rumah sempat error, tapi katanya pagi ini mau dibenerin sama si Chandra (sori bro, jadi bangun pagi-pagi deh lo, wahahaha).

Udara sejuk di pagi hari, dalam temaram mendung, di bawah lampu neon warung Bu Min rupanya membawa suasana malas dan bawaannya ingin tidur saja. Gue ngebayangin kalo di rumah mungkin gue sudah melanjutkan tidur menunggu siang. Sayangnya ini belum hari libur dan kita masih harus beraktifitas.

By the way, omong-omong soal libur, hingga postingan ini ditulis gue belum juga dapat ide atau pencerahan untuk acara akhir tahun nanti. Sepertinya sudah hopeless mengharapkan acara akhir tahun yang ramai sesuai impian.

Lanjut, ternyata gue tidak sendiri, setelah Andri datang, gue pindah duduk ke luar warung, rupanya udara di luar warung lebih dingin daripada di dalam. Dan hawa sejuk tersebut memang merangsang rasa kantuk yang teramat sangat, tapi sembari merokok ternyata rasa kantuk sesaat terlupakan.

Rupanya hujan tidak berhenti sepanjang pagi menjelang siang, tetap saja langit mendung, dan rintik-rintik masih rapat. Hanya saja, langit sudah lebih cerah, dan udara tidak sedingin pagi tadi. Kantin pun sudah mulai ramai tapi tidak padat seperti hari kuliah biasanya.

Beberapa orang di Kantin yang turut terjebak hujan rupanya mulai terserang kantuk, wajarlah dengan kondisi kampus yang sepi menjelang libur akhir tahun mungkin masing-masing sudah kehilangan mood untuk menjalani perkuliahan.

Dan, inilah hasil keisengan gue:
Mudah-mudahan yang bersangkutan (dalam foto) tidak membaca isi blog ini.


Penjaga warung aja teler...
waduh jaga warung apa tidur Mbak... emang enak ujan-ujan gini tidur..



Oh.. tamu warungnya juga teler rupanya... Abis makan apa dia..