Friday, November 27, 2009

Selamat Idul Adha 1430 H

Akhirnya hari pemotongan Qurban yang ditunggu-tunggu datang juga, Iedul Qurban ini adalah salah satu hari raya umat muslim yang dirayakan di seluruh dunia dengan pemotongan hewan Qurban. Ini adalah hari di mana kita umat Muslim mengenang kisah nabi Ibrahim as yang dengan kesungguhan hatinya menjawab cintanya kepada Allah yang melebihi apapun di dunia ini.  

Tentu kita sudah pernah mendengar kisah nabi Ibrahim mulai dari dia mendapat perintah untuk meninggalkan istri ke dua nya dengan anaknya yang saat itu masih sangat kecil di sebuah padang pasir nan tandus, namun dengan kebesaran Allah, karena Ibrahim telah menjalani perintahnya dan Allah tidak pernah berbohong kepada hambanya yang menjalani perintahnya, maka jadilah lahan tandus itu menjadi lahan yang subur dan keluar mata air yang tak henti-hentinya mengalir hingga sekarang. Yaitu yang hingga sekarang kita sebut air "Zam Zam". Asal muasal disebut air "Zam Zam", ketika Siti Hajar dan anaknya, Ismail kehabisan makanan dan air dia menanjak bukit Safa karena melihat air yang ternyata adalah fatamorgana, kemudian dia menanjak ke bukit Marwah tetapi tidak juga mendapatkan air, hingga 7 kali dia bolak-balik namun tidak mendapatkan air. Saat ia merasa sedih dan khawatir melihat anaknya yang kehausan, saat itu dia melihat Ismail menggerak-gerakkan kakinya ke tanah dan keluarlah mata air. Siti Hajar yang kegirangan berteriak "Zami.. Zami.." Itulah kemudian yang menjadi sumur Zam Zam dan hingga sekarang tempat itu dijadikan tempat untuk melaksanakan ibadah Haji. 

Cobaan nabi Ibrahim tidak hanya berhenti sampai di situ, suatu hari dia mendapat mimpi yang menyuruhnya untuk menyembelih putra tercintanya itu. Sebagai seorang manusia tentu tidak ada satupun manusia berakal sehat yang sungguh-sungguh mencintai buah hatinya akan tega melakukan hal itu. 

Setelah jelas bahwa yang apa didengarnya dalam mimpi tersebut adalah perintah Allah, Ibrahim mengatakan kepada putranya bahwa dia harus melaksanakan perintah Allah ini. Putranya, Ismail menyetujui apabila benar itu adalah perintah dari Allah Swt. Jadi persetujuan untuk menyembelih tidak datang karena paksaan dari sang ayah, namun juga karena sang anak yang turut mencintai Tuhannya sebagai dzat yang maha tau atas segala-galanya di dunia dan bahwa janji-Nya tidak pernah dusta. Akhirnya, ketika nabi Ibrahim hendak melaksanakan perintah Allah tersebut, turunlah wahyu tentang Qurban seekor kambing. Allah menggantikan Ismail dengan perintah untuk menyembelih seekor kambing dewasa yang sehat fisiknya.

--- --- ---

Allah memberi ujian kepadanya, sebagaimana firman Allah dalam surat Ash Shaffaat : 102 : "Maka tatkala sampai (pada usia sanggup atau cukup) berusaha bersama Ibrahim, Ibrahim berkata : Hai anakku aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pemdapatmu " Ia menjawab: "hai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insyaallah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".  

*** 

"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah." (Al Kautsar 1-2)

*** 

"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tiadalah dapat kamu mengitungnya" (QS:Ibrahim: 34)  

***

“Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berqurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah 3123, Al Hakim 7672)

***

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya, nyatalah kesabaran keduanya. Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian” [Ash Shaaffaat 102-108]

--- --- ---

Melihat sejarah panjang Iedul Qurban, tentunya kita dapat melihat bahwa hari raya Iedul Qurban ini tidak sekedar merayakan lebaran haji, tidak sekedar penjagalan hewan tahunan, tidak sekedar bagi-bagi daging setahun sekali.

Ada banyak esensi yang bisa kita serap dari pelajaran yang dibawakan oleh nabi Ibrahim as dan keluarganya. Terutama pelajaran bahwa apapun yang kita cintai di dunia ini tidak akan melebihi kecintaan kita kepada Allah Swt. 

Segala sesuatunya di dunia ini adalah milik Allah, oleh karena itu kita harus berbagai kepada sesama muslim yang membutuhkan.

Semoga kita semua dapat menemukan esensi hari raya Iedul Qurban ini yang terbaik bagi diri kita dan keluarga kita, semoga di tahun baru Islam 1430 H ini diri kita lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.  

Selamat menjalankan Ibadah Qurban Taqoballohu minnawaminkum Mohon maaf lahir dan batin. 1 Dzulhijah 1430


____________________ 
Tautan Luar:
Tata cara penyembelihan hewan Qurban
http://media-islam.or.id/2009/11/15/tatacara-kurbanqurban-idul-adha/ 

Mengenal Sejarah Qurban
http://annuur.multiservers.com/sejarahqurb.html 

Iedul Adha dan Ibadah Qurban
http://blog.muslim-nias.org/2008/11/idul-adha-dan-ibadah-kurban/