Tuesday, December 8, 2009

Lalat vs Blackberry

Suatu pagi di Kantin Unsada...
Si Abob saat lagi asik-asik minum, tiba-tiba seekor lalat tanpa ijin langsung nyelonong nyemplung, berenang dengan riang gembiranya di dalam air teh yang masih setengah gelas.

Abob: Ah... brengsek... baru setengah gelas udah diambil laler...

Akhirnya lanjut ngerokok aja.

Kantin ini memang terkenal dengan populasi lalat yang luar biasa, entah mereka berkembang biak di mana. Apakah tumpukan sampah yang tidak jauh dari sana, ataukah sungai di belakang yang airnya tidak mengalir dengan lancar dan kadang bercampur limbah domestik dari hunian liar setempat (yang sekarang mulai ditertibkan semenjak proyek BKT), atau mungkin bau badan pengunjung setempat yang mengundang lalat untuk datang (apa ada yang belom mandi???) atau kemungkinan terakhir sampah lokal kantin (sisa-sisa makanan).

Apa pun lah penyebabnya, intinya kantin ini selalu lebih ramai dikunjungi lalat ketimbang manusia...

Sebentar kemudian gue tinggal si Abob sama Andri, gue jemput Mitha dulu. Kembali sampai di Kantin, ternyata Abob sudah memesan makanan dan sedang makan. Kembali ditemani segelas es teh manis yang masih baru.

Ari: Bob, awas itu BB nanti kecemplung aja!!
Abob: Lha, daripada yang nyemplung laler !!

Abob menaruh BB nya buat nutup gelasnya supaya tidak kembali "dicicipi lalat" seperti gelas yang sebelumnya.

Swt... Hari gini BB buat nutup gelas biar ga kemasukan laler.

Btw, BB tersebut dijual murah, 1,7 jt (masih nego). Type Curve keluaran pertama.