Suatu hari, seorang anak muda yang sedang terbengong dihembus udara sore terlibat pembicaraan dengan seorang tua. Pembicaraan mereka mengarah kepada tema: kehidupan dan waktu. Bahwa orang diberi waktu 24 jam sehari untuk hidup di dunia fana ini. Dan, waktu itu berlalu dengan sangat cepat, waktu yang berlalu sudah barang tentu tidak akan kembali lagi. Oleh karena itu manusia harus membuat perencanaan dalam hidupnya.
Dengan begitu dia dapat menyadari bahwa dia hanya mempunyai sedikit waktu untuk mewujudkan kehidupannya dan menggapai cita-citanya. Begitu singkatkah waktu? Bukan... Kita bukan harus berpandangan bahwa waktu begitu sempit dan sedikit. Namun, kita harus melihat, bahwa dengan waktu yang tersedia, kita harus menjalankan segala hal dengan efisien dan tidak membuang-buang waktu.
Rencana hidup ini, sudah ada dari kala manusia itu lahir. Saat manusia dilahirkan, kemudian membuka matanya dan bernafas di muka bumi ini, saat itu pula lah hidupnya dan perjuangannya dimulai.
Katanya, Umur 6-12 masa mempelajari berbagai macam hal, sebanyak-banyaknya.
Umur 12-15 Masa mencari jati diri, berkenalan dengan dunia.
Umur 15-20 adalah saat mengembangkan bakat dan menetapkan jati diri.
Umur 20-22 adalah saat memantapkan arah fokus bakat dan jati diri.
Umur 22 adalah saat awal menjajaki karier.
Umur 25 adalah awal menetapkan perjalanan karir
Umur 30 adalah puncak awal, mengejar pintu gerbang menuju kesuksesan
Umur 35 adalah puncak karier, masa-masa menikmati hidup
Umur 50 adalah masa menabung dan mempersiapkan untuk hari tua
Umur 60 masa pensiun dan menikmati hasil dari investasi hari tua.