Tuesday, November 24, 2009

Sensasi tinggallah sensasi

Akhirnya, setelah beberapa waktu belakangan ini, film 2012 menjadi sebuah fenomena tersendiri. 

Cuma gara-gara sutradara dan produser film hollywood yang terkenal dengan berbagai efek pada film-filmnya yang memukau, dan tentu cerita-cerita yang luar biasa (kalau biasa aja gak mungkin masuk box office atau nominasi Internasional lainnya). 
 
Otomatis tentu saja harusnya kita sebagai konsumen yang pintar bisa membedakan mana karya fiksi mana yang non-fiksi. Tentunya, film 2012 itu bukanlah film dokumenter ala discovery channel, siaran berita atau peringatan bencana LIVE, bukan!! Itu hanya film karya fiksi, atau bahasa kerennya sci-fi dengan berbagai efek-efek memukau dan dramatisasi jalan cerita untuk meraih reaksi emosional penonton (thats Hollywood).  

Tapi apa yang terjadi?? Banyak orang nekat bunuh diri karena takut menghadapi kiamat akan seperti yang digambarkan pada film tersebut, dan percaya kalau kiamat benar-benar terjadi tahun 2012.  

Kalau mau lihat kiamat, keluar rumah aja dan lihat sekeliling, itulah kiamat yang terjadi di hadapan kita. Kiamat moral, kemerosotan Iman, jaman yang serba kebolak-balik, jahiliah, kebodohan dan pembodohan di mana-mana. 

Inilah kiamat yang sedang terjadi di sekitar kita. Mengapa gue sebut kiamat? Karena hingga saat ini bukannya semakin membaik justru kemerosotan moral semakin menjadi-jadi. Banyak orang gak peduli lagi terhadap sekitarnya, hanya mikirin kepentingan dirinya, pokoknya apa-apa serba halal, yang haram turut di-halal-kan. 

Yang penting prinsip hidup di dunia ya enjoy, foya-foya, hedonis, ga peduli dosa, ga mikir hari esok selama hari ini bisa foya-foya. Dan kembali lagi, siklus mencari sensasi akan terjadi lagi esok. Setelah orang mulai melupakan fenomena 2012, timbul fenomena baru dan kehebohan baru.