Akhirnya Ramadhan kembali datang tahun ini.
Aku
masih ingat jauh beberapa tahun lalu, Ramadhan adalah sesuatu yang
ditunggu-tunggu, saat-saat di mana keluarga berkumpul (yang mau dan
enggak mau semua gak bisa nolak untuk kumpul), suasana menjadi ramai,
apalagi saat berbuka puasa bersama baik bersama keluarga, teman, pacar
(buat yang punya), bahkan sampai teman yang non-muslim pun tidak mau
ketinggalan pengen ikut acara berbuka puasa bersama.
Di
rumah, sudah pasti kegiatan rutin adalah mempersiapkan makan untuk
sahur dan berbuka, tiap dekat waktu berbuka acara yang paling ditunggu
adalah bedug Magrib (apalagi coba?), dan biasanya selalu diiringi film
sinetron yang menemani ngabuburit (biasanya Sinetron Hidayah di mana
jagoannya selalu kalah, yang benar selalu diZalimi, yang jahat makmur
merdeka tapi matinya megap-megap menderita dari mulutnya keluar darah
campur belatung).
Tiap
sore di pinggir-pinggir jalan dan kaki lima sudah penuh dengan pedagang
dan aneka warna makan manis yang menggoda untuk hidangan saat berbuka,
dan pastinya orang-orang yang laper mata udah ngantri buat belanja ini,
itu, mulai dari pelbagai macam kue basah, kering, es warna warni, yang
mana ujung-ujungnya begitu buka *Durrr abis minum air putih udah buren kekenyangan.
Kalo
di pasar Perumnas? Jangan tanya, kalo bawa mobil, mending jangan lewat
situ deh, kalo bawa motor? Mending pasang standar 2, parkir, liatin aja
orang hiruk pikuk buat ngabuburit, beli aqua gelas kalo mo irit, kalo
ada duit mending ikut belanja makanan buka yang dijual pedagan di sana
(buat ganjel perut). Soalnya gak mungkin lewat terobos keramaian yang
padat di sana.
Di
pusat perbelanjaan elit seperti Mall gede juga enggak kalah, tiba-tiba
menjelang magrib semua restoran kelas menengah sampek Food Court semua
FULL HOUSE. Meja-meja udah penuh dengan makanan yang stand by nunggu
bedug Magrib untuk bisa dijemput masuk ke perut.
Dan
biar ibadah malam semakin lancar, biasanya bikin janji sama teman,
kapan kita mau solat Taraweh bareng, pergi bareng lebih seru dan nambah
semangat (Lho, solat Tarawihnya cuma kalo bareng doank ya?).
Selain
Tarawihan, bisa juga janjian bikin acara "Sahur On The Road", bagi-bagi
makan sahur buat mereka yang kurang mampu. Pastinya acara seperti itu
butuh persiapan yang enggak sedikit, harus cari donatur, order catering,
dan siapin transport. Tapi menyenangkan juga kalau dilakukan
beramai-ramai.
Yang berkesan di Bulan Ramadhan bukan hanya acara-acaranya saja, bahkan ibadahnya pun menyenangkan, itulah bulan Ramadhan.
Begitulah bulan euforia Ramadhan, sungguh euforia yang unik dan selalu dinanti setiap tahunnya.
Apakah
Ramadhan tahun ini juga akan menjadi Ramadhan yang berkesan? Yang pada
akhirnya puncaknya kita akan mencapai yang disebut sebagai hari
kemenangan, yaitu hari di mana kita mendapat Ridha Allah sehingga amal
ibadah kita selama Ramadhan menghapus seluruh dosa-dosa dan
mengembalikan kita menjadi pribadi yang baru seperti pertama kali ketika
dilahirkan.
Ataukah semangat untuk menyambut Ramadhan sudah pupus?
Hanya karena kenaikan harga beras?
Tiket mudik yang semakin mahal?
Harga Bensin yang tak kunjung turun?
Ayo ramaikan kembali Ramadhan, supaya rejeki dan berkah turun, dan kita mendapatkan hikmah sepenuhnya dari bulan yang suci ini.
Selamat menyambut Ramadhan 1432 H
