Monday, July 18, 2011

Meniti titik balik kehidupan

Kadang-kadang, bahkan mungkin seringnya, saya terpikir ingin rasanya kembali ke masa-masa jadi mahasiswa, karena entah kenapa saya merasa di situlah titik balik kehidupan saya di mana hari-hari hidup saya lebih diisi oleh kegiatan yang jelas.

Dahulu setiap saya bangun pagi, saya bangun dengan suasanan ceria, penuh semangat dan yakin bahwa hari ini adalah hari yang terbaik untuk saya jalani, setiap pagi saya selalu merasa kalau itu adalah pagi yang tercerah. saya selalu tau harus ngapain dan pikiran selalu aja punya ide-ide kreatif yang ingin diwujudkan.

Dulu, semua itu enggak kerasa, tadinya saya pikir masa-masa kuliah itu membosankan, dan nanti kalau udah selesai kuliah baru bisa bebas mau ngapain aja, dan pikiran-pikiran tentang ide kreatif akan semakin banyak. Ternyata, begitu selesai kuliah, justru imajinasi saya semakin terbatas, malahan enggak ada ide-ide kreatif seperti jaman masih jadi mahasiswa dulu.

Apakah karena sifat dasar anak muda itu yang nothing to lose, jadi berbagai macam ide bisa keluar dari kepala, apa saja bisa dipikirkan dalam alam imajinasi yang tiada batas.

Namun semakin bertambahnya usia dan seiring berjalannya waktu, pikiran semakin banyak pertimbangan dan makin lama segala kemungkinan semakin tertutup, dan akhirnya tidak ada satupun ide yang terwujud. Semakin lama, justru bukannya semakin jadi manusia yang kreatif, justru semakin tidak tau apa yang harus dikerjakan.

Sekarang saya bangun pagi dan enggak ada rasanya lagi, cerah, mendung, semua biasa aja bagi saya. saya tidak tau apa yang ingin saya kerjakan selain, mencari uang, mencari uang dan mencari uang. Untuk apa? Pastinya untuk kebutuhan hidup.

Dan, hanya itu saja?

Hanya itu saja saat ini yang ada di pikiran saya.

Hari-hariku adalah untuk mencari uang.