Sunday, August 5, 2018

Kami Yang Berduka Untuk Lombok


Mengingat kejadian Gempa tanggal 29 Juli kemarin.
Lombok kami tercinta dilanda bencana, gempa 6.4 SR mengguncang Lombok bagian Timur dan Utara. Berdasarkan data BMKG pusat gempa disinyalir berada 28 Km Barat Laut Lombok Timur, namun demikian syukurnya, Gempa ini tidak berpotensi Tsunami.

Daerah yang paling banyak terkena dampak adalah Lombok Utara sekitaran Senaru Bayan dan Lombok Timur daerah Kecamatan Sambelia.

Syukurnya Lombok Barat dan Kota Mataram masih aman. Biarpun demikian, kejadian gempa ini menjadi perhatian dunia, karena tidak sedikit wisatawan yang sedang mendaki gunung Rinjani pun juga turut merasakan dampaknya, banyak media memberitakan bahwa ada longsor setelah gempa susulan yang memblokir jalan di daerah pendakian, sehingga harus dilakukan evakuasi untuk para pendaki.

Sebuah bencana alam, bisa menjadi hikmah tersendiri bagi kehidupan kita.

Bencana alam itu tergantung bagaimana kita menyikapinya. Bisa jadi ia kita anggap sebuah bencana, atau bisa juga kita anggap sebuah teguran, bagaimana cara alam berkomunikasi dengan kita.

Mungkin sesekali kita harus mendengarkan apa yang selama ini ia pendam.

Alam berbicara dengan kita dengan komunikasi dua arah. Kita bisa membalas komunikasi tersebut dengan menunjukkan bahwa kita SURVIVE.

Kita adalah hamba Tuhan yang kuat.

Dengan cara apa kita bisa SURVIVE?
Tentu dengan uluran tangan sesama manusia.

Uluran tangan yang saling menyambung menjadi satu adalah rantai baja paling kuat di alam semesta dan tidak ada kekuatan apapun di dunia yang dapat memutuskan rantai baja tersebut.