Saturday, March 27, 2010

Something better unseen (ngobrolin yang halus-halus)

Ngobrolin tentang penampakan makhluk halus atau yang dalam bahasa kerennya ‘hantu’, emang ga ada habisnya. Persoalannya, penampakan-penampakan seperti itu menjadi “hiburan” tersendiri. Kadang udah tau takut sama hantu, tapi tetap aja orang banyak cari sensasi pengen masuk rumah hantu dan nyari-nyari penampakan walau sesudahnya teriak-teriak ketakutan sendiri. Mungkin hampir tiap orang pernah mengalami pengalaman ‘penampakan’ ini walau cuma sekali dalam hidupnya. Secara, patut diakui juga kalau we are not alone in this world. Sebelumnya ada yang harus kita ketahui tentang fenomena makhluk halus ini. 

(1) Mereka sudah pasti ada di sekitar kita. Makhluk hidup ciptaan Tuhan itu enggak cuma manusia dan hewan dan makhluk lain yang sifatnya kasat mata. Makhluk yang tidak dapat kita lihat seperti bangsa Jin dan Tuyul juga termasuk ciptaan Tuhan. Hanya saya, mereka sudah pasti tidak akan dapat kita lihat dengan mata kita ini, karena kuasa Tuhan memberi kita keterbatasan untuk melihat makhluk yang tidak diciptakan dari tanah. Bangsa Jin (Djinn) ini diciptakan dari api yang tidak berasap, makanan mereka pun juga adalah api. Oleh karena tubuhnya yang terbuat dari api, bangsa Djinn ini dapat berubah bentuk sesuai keinginan mereka (shapeshifter). Semakin tua umur DJinn, semakin besar kesaktiannya. Bangsa Djinn juga memiliki kemampuan untuk membaca pikiran makhluk hidup yang terbuat dari tanah. Oleh karena itu, dalam berbagai fenomena penampakan, para bangsa Djinn ini meniru bentuk dari takhyul yang dipercaya oleh mayoritas masyarakat setempat. 

(2) Bukan Film Horror Kepercayaan anak-anak manusia pada film-film horror membawa pengaruh buruk pada kehadiran makhluk-makhluk halus. Karena di film-film Horror makhluk halus digambarkan sebagai sebuah sosok serial killer yang gentayangan menggarap dendam semasa hidupnya. Pada kenyataannya, Tuhan selaku pemilik semua makhluk hidup di dunia ini tidak akan pernah membiarkan makhluk ciptaannya bertindak di luar kuasaNya. Tidak ada satupun makhluk yang diberi ijin untuk keluar dari kubur dan gentayangan melakukan vigilante seakan dia bisa menandingi kuasa yang diberikan kepada Malaikat Maut. Faktanya lagi, kedua malaikat yang menjaga dalam kubur juga tidak akan membiarkan sang arwah lepas dan melakukan hal tersebut. Pada dasarnya, sifat para makhluk halus ini tidak mengganggu. Namun terkadang 'penampakan' (baca: kehadiran) mereka yang berwujud asing dan 'berbeda', terasa 'mengganggu' makhluk hidup yang terbuat dari tanah ini. Karena perbedaan sifat tubuh, yang satu melayang dan dapat menembus benda-benda keras sementara manusia bersifat solid dan menjejakkan kaki di tanah untuk berjalan. Tidak ada bangsa Djinn yang diijinkan membunuh anak Adam Hawa kecuali kuasa Tuhanlah yang mengijinkan. Dalam beberapa kasus, bukan Djinn lah yang membunuh manusia, tetapi anak manusia yang memelihara Djinn dan meminjam kekuatannya untuk dijadikan kesaktiannya dan mempergunakan kesaktian tersebut sebagai ilmu untuk membunuh atau yang lainnya. 

(3) Mereka memang tertarik dengan bebauan khusus Bangsa Djinn ini memang tertarik dengan bau-bau kemenyan dan harum-harum melati dan bakaran asap tembakau. Beberapa sumber juga turut memperkuat fakta ini. 

(4) Jangan membuat mereka marah Rumah tinggal banga Djinn ini memang tidak seperti kita yang memiliki peradaban maju (oleh sebab itulah manusia sampai kapanpun adalah makhluk superior, sosok khalifah). Bangsa Djinn ini menempati tempat-tempat yang sepi, lama tak dihuni, patung-patung, pohon yang rindang, tempat-tempat gelap, yang mana hal itu membuat mereka kerap disapa 'penunggu'. Di mana kita memasuki rumah makhluk hidup lain, kita juga harus menuruti aturan sopan santun. Misalnya: Jangan kencing sembarangan di pohon, siapa tau ada yang sedang tidur di sana. Jangan lupa mengucap salam ketika masuk ke sebuah rumah kosong yang lama tak dihuni, siapa tau ada yang sudah lebih dulu berada di sana. Bacalah doa, mengucap Basmalah (dalam kepercayaan umat muslim) sebelum menebang pohon yang besar, siapa tau ada yang lama tinggal di sana. Jangan mempermainkan hal-hal yang memancing kedatangan makhluk halus jika tidak ingin bertanggung jawab memulangkannya. Misalnya, memaninkan jalangkukng. Memanggil-manggil pocong. Kencing di kuburan. Menunjuk-nunjuk ke arah pohon besar. Karena, kalau kita kemudian didatangi dan dia marah, kita akan sulit mengusirnya meskipun kita mendatangkan 1000 kiyayi dari pegunungan kudus sekalipun. Sama saja seperti kalau kita yang diganggu, tentunya kita akan marah bukan? 


Kasus Kesurupan
Kesurupan bisa saja terjadi ketika tubuh dalam keadaan lemah, kosong, dan situasi emosi yang tidak stabil.
Obat anti kesurupan hanya 1, perbanyak ibadah dan mohon perlindungan kepada Tuhan.
Jangan mempermainkan makhluk-makhluk halus.
Kuasai diri, jangan biarkan rasa takut menguasai dirimu, ketika rasa takut menguasai diri, tubuh kita akan berada dalam kondisi yang sangat lemah dan situasi emosi yang tidak stabil. . . . . 


Tips menghadapi kehadiran makhluk halus
- Baca doa selalu dan perbanyak Ibadah, karena perlindungan yang terbesar hanya dari Tuhan- Ucapkan salam ketika memasuki tempat-tempat yang lama tak dihuni- Kalau kebetulan harus lewat tempat-tempat seperti kuburan, jangan takut, takut hanya kepada Tuhan, yakinlah selama niatmu baik dan kamu tidak mengganggu mereka, merekapun tidak akan mengganggu kamu. Sekali lagi, doa memohon perlindungan adalah kekuatan utama. - Jangan takut ketika kebetulan melihat mereka, karena pada dasarnya mereka juga makhluk ciptaan Tuhan yang bentuknya saja berbeda dengan kita.