Diet Golongan Darah
Setelah membaca pada sebuah cerita, di mana tokoh utamanya melakukan diet yang bernama “Diet Golongan Darah” saya tertarik untuk mencari lebih lanjut tentang diet tersebut.
Melihat beberapa artikel yang beredar bebas di Internet, cukup banyak website yang membagi informasi tentang diet ini. Rupanya metode diet ini sangat unik sekali, hanya saja masih jarang dipakai oleh masyarakat banyak.
Standarnya Diet dilakukan dengan metode-metode yang konvensional, umumnya tentu saja mengurangi makan dengan dalih semakin banyak asupan makan otomatis semakin banyak asupan berat badan karena timbunan lemak dan lain-lainnya (kadang sekalipun makanan yang dikonsumsi tidak mengandung lemak).
Namun, apakah utamanya diet yang sesungguhnya?
Tentu saja, jawabannya adalah: KESEHATAN.
Jadi, mari kita berdiet semata bukan untuk menurunkan berat badan tapi menjadikan badan kita sehat dan mendapat proporsi ideal.
Dr. Peter J D’Adamo dalam bukunya “Eat Right For Your Type (1996)” memperkenalkan metode diet yang dinamakan “Diet Golongan Darah”.
Yaitu metode diet yang menggolongkan makanan mana yang boleh dimakan dan yang tidak berdasarkan golongan darah yang bersangkutan.
Setiap orang memiliki respon berbeda terhadap jenis makanan yang dikonsumsi berdasarkan golongan darah yang dimiliki. Itulah sebabnya jenis diet tertentu tidak bisa diterapkan pada setiap orang.
Ada banyak keuntungan yang didapatkan jika kita mengikuti diet golongan darah. Di antaranya adalah kondisi emosi yang lebih stabil, mudah mengatasi stres, daya tahan tubuh meningkat sehingga tidak mudah sakit.
LEKTIN
Dr. Peter J.D'Adamo melakukan penelitian selama bertahun-tahun pada setiap tipe darah dan hasilnya menunjukkan bahwa ada efek fisiologis akan muncul terhadap lektin yang masuk dalam tubuh.
Lektin adalah protein yang terdapat pada makanan, khususnya biji-bijian atau polong-polongan. Setiap protein makanan yang diserap tubuh, menurutnya hanya cocok dengan tipe darah tertentu. Kalau makanan tersebut lektinnya tidak cocok dengan tipe darah, akan memicu bahaya antara lain peggumpalan sel darah merah yang mengakibatkan berbagai keluhan kesehatan.
Berdasarkan hasil tersebut, Dr. Peter J.D'Adamo melakukan penelitian dengan mengecek reaksi setiap tipe darah terhadap makanan tertentu dan membuat daftar makanan yang cocok untuk setiap golongan darah. Kemudian, ia juga menggolongkan makanan berdasarkan ras. Sebab, menurutnya, tipe darah setiap ras berbeda karena perbedaan lingkungan tempat tinggal.
Dalam Diet Golongan darah, makanan dikategorikan menjadi 3, berdasarkan golongan darah masing-masing.
(1) “Obat”; yaitu makanan yang bertindak sebagai obat, harus dikonsumsi karena sangat baik membangun stamina tubuh.
(2) “Netral”; yaitu makanan yang bersifat netral, fungsinya hanya sebagai makanan saja.
(3) “Racun”; makanan yang dikategorikan sebagai “racun” sangat harus dihindari, karena berbahaya bagi golongan darah tersebut. Disebabkan karena darah tidak bisa menghancurkan Lektin yang terdapat dalam makanan sehingga menggumpal dan menyebabkan timbunan lemak dalam darah.
Untuk mengenal diet golongan darah ini, kita harus melirik pelajaran sejarah pada saat manusia-manusia pra sejarah ditemukan. Golongan-golongan darah ini ternyata turut dalam sejarah manusia purba yang ditemukan pada masa sebelum masehi.
GOLONGAN DARAH “O”
Menurut penelitian sejarah evolusi sekitar 50.000 hingga 25.000 tahun SM, leluhur manusia memiliki golongan darah yang sama, yakni O. Mereka dalah para pemburu sejati yang selalu mengkonsumsi daging hasil buruan.
Untuk itulah Dr. Peter J.D'Adamo menyarankan agar pemilik golongan darah O lebih banyak mengonsumsi makanan berprotein tinggi, mengikuti diet rendah karbohidrat dengan banyak makan daging atau ikan tapi menghindari produk susu dan gandum.
Ciri khas golongan darah O
· Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih tinggi dibandingkan tipe darah lain.
· Mudah beradaptasi dengan berbagai makanan pada lingkungan yang ditempati.
· Untuk mengatasi stres disarankan melakukan erobik.
· Dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat, seperti daging, buah, ikan, sayuran.
· Bila makanan yang dikonsumsi tidak sesuai, maka Anda berisiko terkena penyakit yang disebabkan oleh radang dan kerusakan organ seperti arthritis.
Tingkah Laku: Berenergi & tidak mudah putus asa
Melihat dari sejarah nenek moyangnya yang hidup berpindah-pindah, golongan darah ini umumnya adalah orang-orang yang sangat berenergi dan tidak mudah putus asa. Memiliki insting survive yang besar.
Masalah yang dihadapi: Kencing manis, masalah usus dan pencernaan, peredaran darah kurang baik, sakit pinggang danbelakang, kegemukan, kadar kolesterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, kadar asam urat tinggi, penyakit kanker, gout,penyakit jantung, penyumbatan arteri.
Diet : Makanan tinggi protein & kurangi karbohidrat
Obat
Brokoli, ubi, waluh, selada, ganggang laut, lobak china, bluberi, ceri, jambu biji, bumbu kari, kacang polong, kacang merah, semua jenis bawang, rumput laut, jahe, kailan, kunyit, Daging ( sapi, kerbau, rusa, domba, anak sapi )
Netral
Ikan mas, belut, lobster, ikan tuna, ikan sardine, udang, telur (ayam, bebek), mentega, kacang ( hitam, merah, buncis, kedelai ), tempe, tahu, susu kedelai, bubur gandum, beras, kue beras, roti beras, tepung gandum, terung, tomat, labu, Daging ( ayam, bebek, kambing, angsa, kalkun, kelinci )
Racun
Daging babi, cumi-cumi, sotong, kerang, kodok, gurita, telur (angsa, puyuh), es krim, keju, susu sapi, yoghurt(semua jenis), minyak kelapa, penyu, minyak jagung, jagung, bunga brokoli, kacang tanah, kacang mede, kuaci, laichi, kentang, mentimun, kembang kol, jamur, blewah, jeruk mandarin, pisang raja, pare, anggur putih, kecap, kopi, minuman keras.
GOLONGAN DARAH “B”
Teori Dr. Peter J.D'Adamo mengatakan bahwa sekitar tahun 10.000 SM para leluhur kita masih hidup dengan gaya nomaden, mengembara dari satu tempat ke tempat yang lain. Gaya hidup tersebut membuat mereka selalu beradaptasi dengan lingkungan dan makanan yang ada. Hal itulah menjadi penyebab munculnya golongan darah B yang cocok dengan berbagai jenis diet golongan darah yang lain.
Namun, pada saat ini, agar senantiasa sehat pemilik golongan darah B, disarankan untuk menghindari makanan beku atau makanan kaleng. Sedangkan makanan berbahan dasar susu yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi sangat dianjurkan.
Ciri khas golongan darah B:
· Dianjurkan untuk melakukan diet dengan berbagai variasi makanan golongan darah, namun membatasi asupan daging.
· Disarankan mengonsumsi makanan dan minuman berbahan dasar susu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
· Olahraga yang cocok dilakukan adalah renang, tenis, jalan kaki dan meditasi.
· Untuk mengatasi stres, sebaiknya mencari kegiatan rutin berupa hobi dan kreativitas.
Tingkah Laku: Adaptasi & analitika
Dilihat dari masa lalu nenek moyangnya yang mulai belajar adaptif terhadap lingkungan, orang-orang yang termasuk golongan darah ini biasanya memiliki sifat yang mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya dan kritis dalam menganalisis suatu hal.
Masalah yang dihadapi: Kerusakan system syaraf, kesulitan untuk tidur berkualitas, sakit kepala dan migren, penyakit hati dan saluran empedu, masalah haid, sakit tulang belakang, kegemukkan, penyakit jantung.
Diet: Susu & produk susu
Obat
Ikan laut, susu sapi, keju, bubur gandum, roti essene, kue beras, brokoli, ubi, wortel, kembang kol, terung, teh hijau, Daging (kambing, domba, kelinci, rusa)
Netral
Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, Daging (sapi, kerbau, kalkun, hati anak sapi)
Racun
Daging (bebek, ayam, angsa, belibis, babi, kuda, keong, kepiting, siput, belut, kodok, gurita, lobster, es krim, telur (bebek, angsa, puyuh), kacang tanah,roti gandum,tomat, waluh, jagung, avokad, pare, delima, kelapa/ santan, kesemek, belimbing, pir, air soda, minuman beralkohol.
GOLONGAN DARAH “A”
Pada 15.000 SM golongan darah A ditemukan, pada masa itu leluhur kita adalah pemburu yang mulai membentuk komunitas dan bertempat tinggal tetap. Mereka mulai bercocok tanam dan mengonsumsi sayur-sayuran dan hanya makan daging dalam jumlah sangat sedikit. Untuk itulah Dr. Peter J.D'Adamo menyarankan agar pemilik golongan darah A menjalani diet vegetarian.
Ciri khas Golongan darah A
· Memiliki sistem pencernaan yang relatif sensitif.
· Harus menghindari makanan yang terbuat dari produk susu dan daging
· Dianjurkan menjadi vegetarian atau mengonsumsi makanan berkadar karbohidrat tinggi, namun rendah lemak.
· Meminimalisasi stres dengan meditasi, atau olahraga non kompetitif.
· Cukup banyak beristirahat.
Tingkah Laku: Bertanggung jawab & romantis
Masalah yang dihadapi: Hilang kesabaran diri atau cepat marah, rembesan sebum berlebihan, penyakit jantung dan masalah saluran darah, kanker dan ulser, gaster, kegemukkan.
Diet: Makanan berkarbohidrat tinggi & kurangi lemak
Obat
Bayam, brokoli, wortel, jamur ikan mas, kacang tanah, kacang buncis, kacang/ susu kedelai, tahu, tempe, tepung beras, bluberi, minyak zaitun, ikan mas, ikan sardine, (Siput, jus nanas, mangga, pisang, jeruk limau & sitrun).
Netral
Ikan tuna, telur ayam & bebek, telur puyuh, biji wijen, biji bunga matahari, kacang ercis / kapri, jagung, tapioka, roti gandum, labu, bawang merah, mentimun, talas, anggur (semua jenis), melon, blewah, pir, delima, kiwi, kurma, strowberi, kesemek, jambu biji, Daging (ayam, burung unta, belibis kalkun,burung dara)
Racun
Daging (sapi, kerbau, domba, bebek, angsa, kelinci, ayam hutan), lobster, gurita, kepiting, belut, kodok, udang, cumi- cumi, mentega, susu sapi, keju, es krim, susu, murni, acar, terung, tomat, ubi, kentang, jeruk, kelapa/ santan, melon madu, pisang (raja), pepaya, pare, air soda.
GOLONGAN DARAH “AB”
Golongan darah ini adalah yang terakhir ditemukan (1000 tahun SM), di mana saat itu leluhur kita mulai mengubah gaya hidupnya ke arah modern.
Jenis makanan yang disarankan adalah perpaduan antara makanan yang diperbolehkan dikonsumsi oleh para pemilik golongan darah A dan B. Namun diet pada golongan darah ini sedikit lebih rumit karena sebenarnya, jenis makanan golongan darah A dan B sangat bertolak belakang. Orang bergolongan darah B disarankan untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan, sedangkan pemilik golongan darah A disarankan hanya mengonsumsi tumbuh-tumbuhan, alias berpola makan vegetarian.
Oleh karena itu golongan darah ini disarankan untuk mengkonsumsi produk-produk vegetarian, namun tetap mengkonsumsi produk susu pada saat tertentu, terutama saat berolah raga.
Karakteristik pemilik golongan darah AB adalah:
· Memiliki jalur pencernaan yang sensitif.
· Disarankan untuk mengkonsumsi makanan dalam jumlah sedikit, namun kekerapan makan lebih padat (lebih sering makan dengan porsi kecil)
· Untuk lebih berenergi biasakan berolahraga di pagi hari.
Tingkah Laku: Cerdik & penyabar.
Masalah yang dihadapi: Perut kembung sakit jantung dan masalah saluran darah, kanker, kegemukkan, kesulitan tidur berkualitas, sakit sendi dan tulang.
Diet: Dapat menyesuaikan diri dengan berbagai jenis makanan
Obat
Ikan sardin, ikan tuna, susu kambing, putih telur (ayam), keju ricotta, krim asam (rendah kalori), the hijau, anggur merah, Daging (domba, kelinci, kalkun),
Netral
Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, Daging burung unta,
Racun
Daging (sapi, kerbau, ayam, bebek, angsa, babi, rusa kuda), lobster, kepiting, kodok, mentega, es krim, telor bebek, kacang hitam, acar, jagung, belimbing, delima, pare, pisang, kelapa, kesemek, jambu biji, mangga, saus tomat, kopi, soda, minuman beralkohol.
Beberapa ahli menampik bahwa penelitian Dr. Peter ini kurang ilmiah, karena Lektin diuji di luar tubuh manusia (dalam tabung uji) dan menggunakan bahan makanan mentah, sedangkan manusia memakan makanan dalam keadaan matang. Jadi disanggah reaksi yang diuji di laboratorium belum tentu akurat dengan yang kenyataan yang sesungguhnya dalam pencernaan manusia.(Gizi.net)
Namun, jika banyak orang membuktikan dan bersaksi bahwa diet ini berguna, dan terbukti juga dengan larisnya buku Dr. Peter setebal 400 halaman itu di berbagai negara, mengapa kita harus meragukannya.
Sumber utama:
conectique.com
gizi.com
jajanan.com