Sunday, February 26, 2017

WISATA YANG HALAL

Tiba-tiba gue memutuskan untuk muncul kembali ke permukaan
setelah sekian lama kehidupan gue damai dari dunia maya.
Setelah sekian lama gue meninggalakan kota Jakarta yang
kumuh, namun sekarang sudah indah dan bagus berkat
pemerintahan baru.

Satu-satunya hal yang mecolek batin ini untuk kembali
bersuara di dunia maya adalah ...

Tagline : "Wisata halal.."

Dan gue pun termenung..

Halal dari sudut pandang mana ? Halal itu banyak ruang lingkupnya.
Dipandang dari teorema aspek apa ? Agama ? Kehidupan Sosial secara umum ?

Sebataas bebas bABI ? Beer ? Tuak ?
Rasanya kalau hal di atas itu keharamannya ada di suatu agama tertentu..

Apakah maksudnya kalau destinasi kita wisata halal, orang
yang ga dilarang makan bAbi jadi ga boleh makan babi ?

Hotel-hotel di wisata halal yakin ga sedia beer atau
sejenisnya ?

Jadi maksudnya wisata halal apa ?

Di pulau tempat saya berdiam ini, banyak orang hampir telanjang. Beer dan
sejenisnya sudah jadi minuman favorit. Itu halal atau kategorinya gimana ?

Gimana kalo pulau ini semua berjemur di pantai dengan full jilbab
besar dan abayya.

Minumnya cukup air mineral saja (karena air mineral aja
udah mahal apalagi minuman keras)

-------------------------------

Gue rasa sudut pandang wisata halal ini perlu diluruskan
kembali.


Apakah mencuri itu halal ?

Kalau halal, pantaslah mungkin kalian pengikut Robin Hood.

Kalau pengikut agama yang benar, tidak ada pencurian
dihalalkan.

Emangnya Begal, kriminal dan sejenisnya cuma ada di Jakarta aja ?

-------------------------------

Jadi, mari kita mulai dengan berbuat hal yang dihalalkan terlebih dahulu. Barulah kita memulai branding "destinasi halal".