Tahun 2017 lalu, gue pernah menulis mengenai kerinduan akan suasana Ibu kota.
Seperti halnya yang gue rasakan kembali sekarang.
6 Tahun gue hidup dengan pasir pantai dan udara laut, tiba-tiba kangen juga sama klakson bis ibu kota. Kangen juga sama masa-masa antre busway, menikmati senja di kolong jembatan gantung atau di kedai-kedai kopi terminal, kangen juga lihat lampu-lampu ibu kota di malam hari. Ya, kota besar emang enaknya dinikmati di malam hari.
Ada kalanya gue berasa pengen menikmati sesaat masa-masa itu kembali.
Hidup gue di Lombok rasanya seperti sebuah liburan panjang, tetapi kalau liburan terus kan lama-lama bosan juga, ada waktunya di mana kita inget sama rumah, dan ketika jauh dari yang namanya rumah itu baru berasa bahwa kita butuh sosok rumah untuk kembali.
6 Tahun hidup di Lombok, gue belum berasa tempat ini sebagai "rumah". Gue masih merasa kalau gue pendatang di tempat ini, dan tibalah hari ini gue berasa ternyata gue jauh dari "rumah". Gue terbangun dan menyadari, kalau gue lelah, gue ingin pulang dan beristirahat sejenak.
Begitu banyak hal yang telah gue tinggalkan di Ibu kota, begitu banyak hal yang enggak pernah bisa gue jemput lagi, begitu banyak kehilangan yang telah gue alami.
Apakah aku bisa kembali ke Ibu kota...















